google

Wednesday, 28 May 2014

ROTASI DAN REVOLUSI BUMI

A. ROTASI BUMI
1. Pengertian Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya dari barat ke timur. Gerak ini dapat dimisalkan ketika seseorang naik komidi putar yang sedang melaju, jika orang itu melihat ke arah luar maka orang-orang di luar pagar, tiang listrik, loket dan lain2 di sekitar komedi putar akan tampak seolah-olah bergerak mendekat kemudian menjauh. Kejadian ini merupakan gerakan semu. Untuk melakukan satu kali rotasi, bumi mememrlukan waktu 23 janm 56 menit 4 detik, dibulatkan menjadi 24 jam. Waktu untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi.

2. Sifat Rotasi Bumi

a.    Arah rotasi bumi dari barat ke timur
b.    Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi ikut berotasi
c.    Kecepatan berputar benda-benda pada tiap tempat, 
      makin dekat dengan kutub, kecepatanya semakin rendah.


3. Akibat Rotasi Bumi

a.   Terjadinya Siang dan Malam

Permukaan bumi yang sedang menghadap matahari mengalami siang. Sedangkan permukaan yang membelakangi matahari mengalami malam. Akibat Rotasi bumi, permukaan bumi menghadap dan membelakangi matahari berganti secara bergantian. Ini adalah peristiwa siang dan malam. Karena periode peredaran semu harian matahari 24 jam, maka panjang siang atau malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.



b.   Perbdaan waktu di berbagai tempat di Dunia

Rotasi bumi  menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut 15o memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30o , maka perbedaan waktunya 2 jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh  dengan waktu tempuh 
(360o : 24 = 15o ). Indonesia terletak di antara 95o BT dan 141o BT. Artinya, panjang wilayah indonesia adalah 46o. Karena setiap jarak 15o selisih waktunya satu jam, maka indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).
  
c.   Pergerakan Semu Bintang

Bintang-bintang (termasuk matahari) yang tampak bergerak sebenarnya tidak bergerak. Akibat rotasi bumi dari arah barat ke timur, bintang-bintang tersebut tampak bergerak dari timur ke barat. Rotasi bumi tidak dapat kita saksikan, yang dapat kita saksikan adalah peredaran matahari dan benda-benda langit melintas dari timur ke barat. Oleh karena itu kita selalu menyaksikan matahari terbit disebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Pergerakan dari timur ke barat yang tampak pada matahari dan benda-benda langit ini dinamakan gerak semu harian bintang. Karena gerak semu ini dapat di amati setiap hari, maka disebut gerak semu harian.

Waktu yang diperlukan bintang untuk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56 menit atau satu hari bintang. Periode peredaran semu harian matahati dan bulan tidak 23 jam 56 menit. Satu hari matahari tepat 24 jam sedang satu hari bulan lebih lambat lagi yaitu 24 jam 50 menit, hal ini disebabkan karena kedudukan bintang sejati di langit selalu tetap. Matahari memiliki periode semu harian yang berbeda akibat revolusi, sedangkan bulan sebagai satelit bumi memiliki peredaran bulanan mengitari bumi.




d.   Perbedaan percepatan gravitasi bumi

Rotasi bumi juga menyebabkan penggembungan di khatulistiwa dan pemapatan di kedua kutub bumi. Selama bumi mengalami pembekuan dari gas menjadi cair kemudian menjadi padat, Bumi berotasi terus pada porosnya. Ini menyebabkan menggebungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi sehingga seperti keadaannya sekarang. Karena percepatan gravitasi benbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar daripada disekitar khatulistiwa, karena jarak permukaan bumi di kutub lebih dekat ke pusat bumi. Akibatnya, beraat benda yang sama akan berbeda jika ditimbang di khatulistiwa dan di kutub.

e.    Pembelokan arah angin

Adanya rotasi bumi akan menyebabkan pembelokan arah angin. Karena arah rotasi dari barat ke timur, maka angin yang berasal dari utara ke selatan akan terbelokkan ke arah timur dan angin yang berasal dari selatan ke utara akan terbelokkan ke arah barat. Pada bulan September – Maret angin dari utara bertiup menuju khatulistiwa berbelok ke arah timur. Sedangkan pada bulan Maret – September angin dari arah selatan bertiup menuju khatulistiwa berbelok ke arah barat.

Hal ini berkaitan dengan bunyi hukum Boys Ballot, yang berbunyi :

1.  Udara bergerak dari tekanan udara maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.

2.  Di belahan utara angin membelok ke kanan di belahan bumi selatan ke kiri.


B. REVOLUSI BUMI
1. Pengertian Revolusi Bumi dan Akibatnya
Copernicus adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa:
a. Bumi berputar mengelilingi sumbunya sekali putaran dalam sehari.
b. Bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam setahun.

Sesuai dengan pendapat Copernicus, maka bumi di samping berputar mengelilingi sumbunya sekali sehari, juga berputar mengelilingi matahari atau yang disebut dengan revolusi

 



2. Bukti-Bukti bahwa Bumi Berevolusi

Bumi berevolusi dapat dibuktikan dengan percobaan-percobaan yang dilakukan oleh para ahli, sebagai berikut.

a. Aberasi (Sesatan Cahaya)
Orang melihat sebuah bintang S melalui sebuah teropong O, jika teropong diam maka bintang S akan tampak gambarnya di titik B, tetapi kenyatanya tidak demikian. Orang yang melihat dengan arah OS, bintang tersebut tidak terlihat di B (dengan arah SOB), melainkan melenceng ke sampingnya yaitu di titik B'. Hal ini menunjukkan bahwa teropong tersebut tidak diam, tetapi bergerak mengikuti bumi.

Bersamaan dengan berjalannya cahaya dari titik O sampai B, teropong berpindah tempat atau berubah arahnya, berakibat cahaya tidak lagi jatuh di titik B, melainkan di samping titik B'. Dapat dilihat bintang tidak lagi dalam arah OS, tetapi dalam arah OS'. Bintang seolah-olah bergeser dengan arah yang sama dengan gerakan itu. Gejala ini disebut sesatan cahaya, atau aberasi cahaya.

Ilustrasi Abrasi dapat diamati pada gambar berikut:

b. Parallaxis (Beda Lihat)

Parallaxis adalah sudut dengan seluruh jari-jari lintasan bumi dilihat dari sebuah bintang. Sudut akan semakin kecil jika jarak bintang semakin jauh dari matahari. Bintang-bintang di langit mempunyai jarak yang sangat jauh dari bumi, menyebabkan sudut parallaxis bintang-bintang pun sangat kecil.


3. Akibat Revolusi Bumi

1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.
Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
v  Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
v  Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
v  Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
v  Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
v  Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
v  Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.
Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
v  Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
v  Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
v  Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
v  Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
v  Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
v  Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.
Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
v  Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
v  Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
v  Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
v  Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.


2. Gerak Semu Tahunan Matahari

Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

3. Perubahan Musim

Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi
Musim-musim dibelah bumi utara
§  Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
§  Musim panas : 21 Juni – 23 September
§  Musim gugur : 23 September – 22 Desember
§  Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret
Musim-musim dibelah bumi selatan
§  Musim semi : 23 September – 22 Desember
§  Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
§  Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
§  Musim Dingin : 21 Juni – 23 September

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang

Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain.
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.

5. Kalender Masehi

Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat. Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain
 


DAFTAR PUSTAKA



http://qhusnul.blogspot.com/2013/02/rotasi-bumi-dan-akibatnya.html
http://geoenviron.blogspot.com/2013/03/pengaruh-rotasi-dan-revolusi-bumi.html
http://www.pengertianahli.com
http://idlesson26.blogspot.com

No comments:

Post a Comment