google

Thursday, 8 December 2016

MAKALAH BAHASA LAMPUNG BUDIDAYA IKAN LELE



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul
Alasan nyak ghelom Pemilihan Judul hinji adalah iwa hitu merupakan salah sai jenis iwa way tawagh yang ghadu dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Pengembangan kittang budidaya iwa hitu kasagh meningkat setelah masuknya jenis iwa hitu dumbo mid Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan hitu dumbo dibanding hitu lokal hahelok lain tumbuh hunjak gancang, jemelah tallui hunjak lamon dan hunjak ketong terhadap ghuyuh
1.2 Rumusan Masalah
1.      Ghappa cagha nyani kulam iwa hitu ?
2.      Ghappa Cagha budidaya iwa hitu ?
3.      Mencegah Ghuyuh  yang menyerang iwa hitu?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan anjak penulisan makalah hinji adalah untuk
1. Mengetahui  tahapan ghelom budidaya iwa hitu
2. Memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Lappung





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penyiapan Sarana dan Peralatan
Ghelom pembuatan kulam pemeliharaan iwa hitu sebaiknya ukurannya mawat keliwat beghak. Hal hinji untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. ujud dan ukuran kulam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera kaddau dan lokasinya. kidang sebaiknya bagian dasagh dan sassai kulam dibuat permanen. Pada ahad mid 1-6 way harus ghelom keadaan bening kulam, bibas anjak pencemaran maupun fitoplankton. iwa pada usia 7-9 ahad kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada ahad 10, way ghelom batasbatas- tertentu pagun diperbolehkan. Pembuatan kulam terbagi lambung 2 cagha yaitu :
a.       Persiapan kulam tanoh tradisional
Siapkan kulam tanoh. Lakukan pencangkulan tanoh dasagh kulam dan ratakan. jujjuk kapugh mid ghelom kulam bertujuan untuk memberantas hama, ghuyuh dan memperbaiki kualitas tanoh. Dosis yang dianjurkan adalah 20200- gram/m2, tergantung pada keasaman kulam. Untuk kulam jama pH ghenoh dapok diberikan kapugh hunjak lamon, munih sebaliknya kittubang tanoh ghadu genok wawai, pengeni kapugh dapok dilakukan sekedar untuk memberantas hama ghuyuh yang kemungkinan terdapat di kolamPemupukan. jama kotoran ternak manuk, berkisar hahelok 500700- gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2. kulam dibiarkan selama ± 7 (pitu) ghani, akkuh memberi kesempatan tumbuhnya kanikan alami
b.      Persiapan kulam tembok
Persiapan kulam tembok naghis gegoh jama kulam tanoh. Bedanya, pada kulam tembok mawat dilakukan pengolahan dasagh kulam, perbaikan parit dan bak untuk panen, sakkan parit dan bak untuk panen biasanya ghadu dibuat Permanen.
2.2 Penebaran Benih
Sebelum benih tekeghap sebaiknya benih disuci hamakan pai jama merendamnya dilom larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK jama dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin jama dosis 25 mg/l selama 510- menit. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pagi atau sore ghani atau pada saat udara mawat panas. Sebelum tekeghap mid kulam, benih perlakuan penyesuaian suhu jama cagha memasukan way kulam cutik demi cutik mid ghelom baka pengangkut benih. Benih yang ghadu teraklimatisasi akan jama sendirinya luwagh anjak kattung (baka) akkut benih menuju lingkungan yang appai yaitu kulam. Hal hinji berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan way kulam dikedou baka (kattung) benih mengapung diatas way. jemelah benih yang ditebar 3550- ekor/m2 yang berukuran 58- cm.
2.3 Pengeni Pakan
Selain kanikan alami, untuk mempercepat pertumbuhan hitu peghlu pengeni kanikan piling berupa pellet. jemelah kanikan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari anjak sedogh total iwa yang tekeghap di kulam. pengeni pakan frekuensinya 2 - 3 kali setiap ghani. akik komposisi kanikan buatan dapok dibuat anjak campuran huwok alus jama iwa rucah jama perbandingan 1:9 atau campuran huwok alus, bekatul, jagung, cincangan bekicot jama perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapok dibuat ujud pellet.
2.4. Pemeliharaan Pembesaran
a. Pengeni  Vaksinasi
Caracara- vaksinasi sebelum benih ditebarkan :
1.      Untuk mencegah ghuyuh sakkan bakteghi, sebelum tekeghap, hitu yang berumur 2 ahad dimasukkan pai mid ghelom larutan formalin jama dosis 200 ppm selama 10- 15 menit. Setelah divaksinasi hitu tersebut akan kebol selama 6 bulan
2.      Pencegahan  ghuyuh sakkan bakteghi munih dapok dilakukan jama menyutik jama terramycin 1 cc untuk 1 kg induk
3.      Pencegahan ghuyuh sakkan kulak dapok dilakukan jama merendam hitu ghelom larutan Malachite Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit.
b. Pemeliharaan Kulam/Tambak
1.      Kulam diberi perlakuan pengapuran jama dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan mullan penyakit
2.      Air ghelom kolam/bak dibersihkan 1 bulan pissan jama cagha mengganti semua way geguh tersebut jama way kecah yang telah diendapkan 2 malam
3.      Kolam yang telah terjangkiti ghuyuh harus hak dikeringkan dan dilakukan pengapuran jama dosis 200 gram/m 2 selama sai ahad. Tepung kapugh (CaO) tekeghap samakhata di dasagh kulam, kemudian dibiarkan keghing hunjak lanjut sappai tanoh dasagh kulam retak-retak.

2.5. Pemanenan
a. Penangkapan
Papigha hal yang peghlu pandang ghelom pemanenan :
1.      Hitu dipanen pada umur 6-8 bulan, selain bila dikehendaki, sewaktuwaktu- dapok dipanen. sedogh ratarata- pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor
2.      Pada hitu Dumbo, pemanenan dapok dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan jama sedogh 200-300 gram per ekornya. kittubang waktu pemeliharaan ditambah 5-6  bulan akan mencapai sedogh 1-2 kg jama panjang 60-70 cm
3.      Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi ghani supaya hitu mawat keliwat kepanasan
4.      Kolam dikeringkan kenengah gawoh dan iwa ditangkap jama menggunakan seser alus, culuk, lambit, tangguh atau jarring
5.      Bila penangkapan menggunakan pancing, pejah hitu betoh hunjak dahulu
6.      Bila penangkapan menggunakan jaghing, pemanenan dilakukan bersamaan jama pengeni pakan, sehingga hitu mudah ditangkap
7.      Setelah dipanen, piaralah pai hitu tersebut di ghelom tong/bak/hapa selama 1- 2 ghani tanpa diberi mengan nyin umbau tanoh dan umbau amisnya hilang
8.      Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan genok sai kali

b. Pembersihan
Setelah iwa hitu dipanen, kulam harus dibersihkan jama cagha:
1.      kulam dibersihkan jama cagha menyiramkanmemasukkan/ larutan kapugh sebanyak 20 - 200- gram/m2 pada sassai kulam sappai rata
2.      Penyiraman dilanjutkan jama larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) jama cagha yang sama
3.      Kolam dibilas jama way kecah dan dipanaskan atau dikeringkan jama sinar mataghani langsung. Hal hinji dilakukan untuk membunuh ghuyuh yang wat di kulam.





BAB III
KESIMPULAN DAN ANJUR

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan isi yang wat, penyusun karya ilmiah hinji dapok menyimpulkan bahwa ;
1.      Ghelom pemeliharaan iwa hitu harus teratur tesok rutin ghelom pengeni mengan. pengeni mengan dilakukan 3 kali ghelom kebian yaitu Pagi, debi, dan debingi jama ukuran (2 kg /kolam)
2.      Dalam pembudidayaan iwa hitu gham munih harus mengetahui ghuyuh api gawoh yang bisa menyerang iwa dan cagha penanggulangannya. Seperti ghuyuh Tuberculosis, kulak, Radang dan lain lain.
2.3  Anjur
Jama adanya karya ilmiah hinji penyusun meghetok menyampaikan anjur yang peghlu pandang oleh para pembudidaya iwa hitu :
1.      Bagi masyarakat yang meghetok meningkatkan penghasilan melalui peternakan sebaikn dilakukan jama sungguh - sungguh dang setengah-setengah
2.      Perhatikan gila cagha pembudidayaannya, memberi mengan, pemilihan mullan, pembuatan kulam nyin hasilnya seperti yang gham harapkan
3.      Penggantian way ghelom kulam munih harus pandang sakkan hal hina munih pandong berpengaruh.
ARTIKEL INI SAYA BUAT BERDASARKAN TERJEMAHAN DARI SOFTWARE KAMUS SIGER TRANSLATOR. SAYA MOHON MAAF KEPADA SEMUA PIHAK JIKA ADA KESALAHAN SAYA DALAM PENERJEMAHAN. KRITIK DAN SARAN SANGAT SAYA HARAPKAN UNTUK MENJADI LEBIH BAIK. SILAHKAN KOMENTAR UNTUK KEMAUAN KITA BERSAMA...









DAPTAGH PUSTAKA



No comments:

Post a Comment